Ocekaye Experience & Journey

Merah Putih, bagaimana kabarmu??

Merah Putih, bagaimana kabarmu??

Jiwa Nasionalis / Jiwa Nasionalis

itu 2 kata yang 10 Nopember - 7tidak bisa dianggap remeh, karena kata itu merepresentasikan orang tersebut “masih” menghargai atau tidak tentang keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dia pijak sekarang yang dulunya diwujudkan dengan perjuangan penyobekan bendera Belanda di Hotel Yamato yang diperjuangkan arek-arek Suroboyo pada masa perjuangan saat itu.

apakah masih merasa terikat dengan keberadaan
Negara ini ataukah hanya dianggap Merah Putih sekarang sebagai simbol saja. Mungkin ada banyak karakter orang dalam memperlakukan Merah Putih, pertama dengan mengibarkan hanya pada peringatan 17 agustus saja, kedua mengibarkan saja dan menurunkan saat bendera sudah usang karena terkena hujan berkali kali, ataupun parahnya saat sudah sobek baru akan diturunkan, atau yang terakhir kondisi dimana orang tersebut menaikkan pada pagi hari dan menurunkan menjelang petang.perjuangan_merah_putih_by_crackedcrackers1

kalian refleksikan pada diri sendiri saja, apakah kalian masuk di kondisi mana. Miris memang, banyak orang yang merasa dia sudah berjiwa nasionalisme bla bla bla tetapi cara memperlakukan bendera saja tidak tau dan tidak mau tau, hal terkecil untuk negara ini belum bisa dilakukan dengan baik 🙂

Kemerdekaan bangsa ini berkat para pahlawan bangsa yang gigih memperjuangkan kemerdekaan ini. Tapi, lihatlah apa yang terjadi sekarang? Pengorbanan yang dilakukan para pahlawan untuk mengibarkan bendera pusaka Merah Putih seperti tidak membekas.

sekali lagi miris melihatnya, ketika bendera merah putih yang berkibar di ujung tiang dengan gagahnya tidak mendapat perhatian yang semestinya, dibiarkan berkibar begitu saja, berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Mereka hanya sekedar mengibarkan dan hormat ketika upacara saja. Setelah itu, ditinggalkan dengan tanpa beban dan dibiarkan berkibar digelapnya malam. Sungguh jauh dari perlakuan para pahlawan kita yang dulu berjuang mempertaruhkan nyawa hanya untuk bisa mengibarkan bendera itu.

semoga kau (Merah Putih) masih ada yang menghargai walaupun hanya segelintir orang, karena memang dirimu sangat berharga bagi kami.

Sebenarnya hal ini telah diatur oleh negara kita, yang notabenenya negara kita adalah negara hukum. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, Dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan bagian keempat pasal 24 telah mengatur dengan jelas apa saja larangan larangan tersebut :

                 Bagian Keempat                 
                    Larangan                 
                     Pasal 24                

Setiap orang dilarang:
a.
Merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara.

b. Memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial.
c. Mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam.
d. Mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara.
e. Memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pem-bungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara.

pesan untuk seluruh Warga Negara Indonesia, mulailah dari sekarang hargai keberadaan Merah Putih yang kucintai ini, karena perjuangan untuk mendaulatkan Merah Putih sangat keras, kita sebagai generasi yang hanya menjaga dan menghargai harus lebih dari perjuangan yang terdahulu, jangan sekali kali mencampakkan keberadaannya dan teruslah membela kehormatannya 🙂

 

 

Salam Merah Putih !!!

Telkom University, 05-11-15

 

ttd.

Ocky Tri Gogik Sunarto

2 thoughts on “Merah Putih, bagaimana kabarmu??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *